Jumat, 22 April 2016

Makalah tentang PegiPegi sebagai Perusahaan E-Commerce dan E-Business

PENGANTAR APLIKASI KOMPUTER
Pegipegi

Hasil gambar untuk logo telkom university
Disusun oleh :
Ahmad Belkawi (1501154139)
AB 39-04
Universitas Telkom




DAFTAR ISI
PENDAHULUAN.................................................................................3
PEMBAHASAN...................................................................................5
Capture Pegipegi.com...........................................................................5
Sejarah Pegipegi.com............................................................................5
Fungsi Pegipegi.com............................................................................6
Kelebihan Pegipegi.com......................................................................6
Kekurangan Pegipegi.com...................................................................6
Referensi..............................................................................................7














PENDAHULUAN
Pengertian, kelebihan, kekurangan serta peranan E-Business
E-Business adalah kegiatan transaksi , jual beli , bisnis yang dilakukan secara otomatis melalui kegiatan elektronik/internet , dan juga perusahaan dapat berhubungan langsung dengan customer-nya , rekan bisnis ataupun supplier. E-business juga bisa berupa iklan , mengajak seseorang untuk membeli produk kita . tanpa E-business , E-commerce hanyalah burung tanpa sayap. Salah satu fungsi nya adalah untuk mensupport bagian dari marketing , produksi , accounting , finance dan HRM. Lebih tepatnya perusahaan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu, atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga dapat memberikan keuntungan.
E-business dapat dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok :

Customer Relationship Management (CRM)
Strategi bisnis dari layanan dan sofware yang didesain untuk meningkatkan keuntungan , pendapatan dan kepuasan pelanggan.
Enterprise Resource Planning (ERP)
Strategi bisnis dari sistem informasi perusahaan yang digunakan untuk koordinasi Sumber daya , informasi yang digunakkan untuk proses bisnis.
Enterprise Application Programs (EAI)
Strategi bisnis konsep integrasi dari proses bisnis yang memungkinkan antar perusahaan saling bertukar data.
Supply Chain Management (SCM)
Strategi Manajemen rantai suplai yang secara otomatis terkomputerisasi.


Kelebihan E-Business:
1. Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
2. Memberikan nilai bisnis yang berbeda
3. Efisien
4. Peningkatan produktivitas dan keutungan
Kekurangan E-Business:
1. Tingkatan kriminal dalam networking yang sering terjadi menyebabkan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat dalam berbisnis di internet.
2. Dalam hal networking suatu koneksi internet sangat dominan. Jika ada kesalahan atau masalah internet maka web itu tidak dapat diakses, dan tidak menutup kemungkinan data yang telah didapat, lenyap.

Peranan E-Business:
 e-bisnis berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-Business memberi kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.
Pengertian, kelebihan, kekurangan serta peranan E-Commerce
            Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.
Kelebihan E-Commerce:
a.       Praktek kerja yang lebih fleksibel
b.      Terhubungnya masyarakat dengan masyarakat lain
c.       Kemudahan akses fasilitas publik
Kekurangan E-Commerce:
a.       Berkurangnya interaksi antar manusia
b.      Kesenjangan sosial
c.       Adanya sumber daya yang terbuang
PEMBAHASAN

 Hasil gambar untuk tampilan aplikasi pegi pegi
Sejarah Pegipegi.com:
Pegipegi.com (Go Online Destination) merupakan salah satu biro atau agen perjalanan (Online Travel Agent) berbasis online yang tujuan memberikan kemudahan dalam mengatur dan merancang perjalanan baik dari segi transportasi maupun akomodasi. Dengan pegipegi.com, calon konsumen dapat melakukan reservasi hotel ataupun tiket pesawat dengan biaya yang murah dan kemudahan dari segi transaksi.

Pegipegi.com didirikan pada tanggal 1 Januari 2012. Meskipun travel agen ini masih tergolong baru, akan tetapi pegipegi sudah memiliki begitu banyak afiliasi dengan hotel dan maskapai penerbangan di seluruh wilayah Indonesia. Hingga kini, pegipegi tercatat sudah memiliki afiliasi dengan lebih dari 1700 hotel dan penginapan di semua daerah di Indonesia dan beberapa maskapai penerbangan seperti Citilink, Sriwijaya Air, Lion Air dan Merpati yang juga bisa bisa dipesan di pegipegi.com.

Reservasi perjalanan online pegipegi bisa dilakukan dengan metode pembayaran yang universal dan bisa dilakukan oleh semua wisatawan baik mereka yang datang dari lokal maupun internasional. Adapun pembayaran yang disediakan adalah e-banking, melalui ATM, serta kartu debit atau kartu kredit yang kesemuanya bisa dilakukan tanpa adanya pungutan biaya transaksional.

Fungsi Pegipegi.com:
a.       Mempermudah traveler untuk berpergian kemana saja.
b.      Dapat menemukan hotel terdekat yang tersedia di kota tersebut
Kelebihan Pegipegi.com:
a.       Menawarkan paket perjalanan tematik, yaitu contohnya bulan madu, olahraga serta konferensi.
b.      Bila masih kebingungan saat hendak melakukan proses reservasi, maka pelangggan bisa menghubungi call center  situs Pegipegi.com yang selalu stand by 24 jam setiap harinya.
Kekurangan Pegipegi.com:
a.       Masih terbatas dari segi feature tambahan selain reservasi. Misalnya tidak adanya fasilitas pemberian rating serta reviuew mengenai hotel untuk para pengguna  yang hendak melakukan reservasi hotel.
b.      Masih belum adanya loyalty program yang dapat menarik pengguna supaya terus bertransaksi di situs  situs Pegipegi.com.






PENUTUP
Kelompok 1
Nama Aplikasi             : gafia
Fungsi                           :
1.    Order makanan
2.    Order paket
Kelebihan                     :
1.    Cepat sampai.
2.    Makanan dan barang tetap terjaga kualitasnya.
3.    Harga terjangkau.
4.    Aplikasi mudah di download.
REFERENSI


Wisata Sawahlunto

Lubang Mbah Soero

Kota Sawahlunto mungkin hanya seluas 274 Km² dan dihuni oleh sekitar 53.000 jiwa. Namun, kota ini menyimpan sejarah kelam pekerja paksa di pertambangan yang dikuasai oleh kolonial Belanda.
Pada tahun 1858, seorang ahli geologi kebangsaan Belanda, de Groet, menemukan kandungan batubara di sekitar Sungai Ombilin, Sumatera Barat. Penelitian lanjutan dilakukan oleh R. DM. Verbeck sekitar 10 tahun kemudian dengan hasil yang cukup mencengangkan. Daerah-daerah di sekitar sungai tersebut mengandung batubara hingga kisaran puluhan juta. Baru pada tahun 1892, poduksi pertambangan batubara di Ombilin dimulai.
Pada mulanya penambang diambil dari penjara Sawahlunto. Namun banyak tahanan yang dibawa ke Pidie untuk menjadi pengangkut logistik dalam Perang Aceh. Mengingat kebutuhan tenaga kerja yang besar di daerah pertambangan, maka tahanan kriminal maupun politik di penjara Hindia Belanda dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali turut dipekerjakan. Kaki mereka dirantai agar tidak melarikan diri. Sejak itu, buruh kerja paksa pertambangan disebut orang rantai.
Galeri Infobox Galeri Infobox Lubang Mbah Soero
Kiri: Galeri Infobox yang dulunya dipakai sebagai Gedung Pertemuan Buruh. Kanan: Galeri Infobox menyimpan banyak dokumentasi foto suasana Lubang Mbah Soero.
Koleksi Rantai galeri infobox Patung Mbah Soero
Kiri: Rantai yang dulu dipakai oleh para pekerja tambang di Lubang Mbah Soero. Kanan: Patung Mbah Soero sebagai bentuk penghargaan atas andilnya di kompleks pertambangan ini.
Salah satu bekas pertambangan batubara yang masih terdapat di Sawahlunto adalah Lubang Mbah Soero. Lokasi tepatnya di Tangsi Baru Kelurahan Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar. Lubang ini kembali dibuka pada 2007 oleh pemerintah daerah setelah melalui beberapa kali pemugaran untuk keperluan pariwisata. Saluran air dan udara ditambahkan agar pengunjung dapat memasukinya dengan nyaman.
Pintu masuk menuju Lubang Mbah Soero
Pintu masuk menuju Lubang Mbah Soero berada di halaman belakang Galeri Infobox.
Awal Desember lalu Wego berkesempatan mengunjungi Lubang Mbah Soero bersamarombongan Mandala Airlines. Setiap pengunjung yang ingin memasuki lubang wajib memakai helm dan sepatu boot, dan ditemani seorang pemandu.
Dengan memakai helm dan boot, sang pemandu bercerita tentang asal muasal nama tempat ini. Soero adalah nama seorang mandor yang dulu bertugas di sini. Ia dikenal sebagai seorang pekerja keras, tegas, dan disegani oleh para buruh dan orang-orang di sekitarnya. Namanya kemudian diabadikan sebagai nama lubang ini sejak dibuka kembali beberapa tahun silam.
Lubang Mbah Soero memiliki tinggi dan lebar sekitar 2 m. Kedalamannya mencapai 15 m dari permukaan tanah, dengan total panjang lubang mencapai ratusan meter. Namun karena proses pemugaran masih berlangsung, panjang lubang yang bisa diakses hanya sejauh 30 m. Di beberapa bagian, pintu lubang yang menuju ke kedalaman lebih ditutup menggunakan terali besi atau disemen rapat. Termasuk salah satunya adalah “rongga pengorbanan” yang dulu digunakan untuk menaruh pekerja tambang yang sekarat.
pemandu wisata di Lubang Mbah Soero
Setiap wisatawan yang datang akan ditemani oleh pemandu yang menjelaskan sejarah dan kondisi masa kini Lubang Mbah Soero.
Banyak cerita bernuansa mistik yang terjadi di lubang ini. Petugas pemugaran pernah menemukan sepotong tulang kaki manusia yang diduga milik pekerja tambang. Ia kemudian menyerahkan kepada pihak museum untuk disimpan. Beberapa hari setelahnya, petugas tersebut mengaku didatangi oleh pemilik tulang tersebut melalui mimpi yang meminta tulangnya dikuburkan dengan benar sesuai adat Islam.
terowongan mbah soero
Panjang terowongan yang bisa diakses hanya 30 meter saja karena sebagiannya masih dipugar.
Sang pemandu juga pernah bercerita bahwa pernah ada pengunjung yang menangis sejadi-jadinya karena mengaku ia dapat “melihat” suasana kerja paksa di pertambangan ini. Ia pilu melihat para manusia rantai yang diperlakukan dengan kejam. Pintu keluar Lubang Mbah Soero berada di seberang jalan, berhadapan dengan museum atau yang disebut sebagai Galeri Infobox.
Tak jauh dari sini, terdapat bangunan lain yang juga menyimpan sejarah manusia rantai, yakni Museum Goedang Ransum. Museum ini dulunya merupakan dapur umum yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1918 untuk mensuplai makanan bagi para pekerja tambang dan pasien di rumah sakit. Di sini tersimpan banyak peralatan masak berukuran besar, seperti kuali, wajan, tempat nasi, dan sebagainya.
Kita juga dapat melihat daftar menu harian yang terpampang di dinding museum. Di dalam lemari kaca yang terletak di hadapannya, replika menu makanan seperti nasi, ikan goreng, dan telur balado tersaji dengan rapi.
koleksi museum Contoh lauk-pauk Goedang Ransum
Kiri: Kuali besar yang dulu dipakai untuk membuat masakan bagi para pekerja tambang. Kanan: Contoh lauk-pauk hasil olahan Goedang Ransum.
Selain peralatan masak, museum ini juga memiliki banyak dokumentasi foto suasana pertambangan di Sawahlunto, dan kehidupan di Gudang Ransum pada masa silam.
Museum Goedang Ransum
Koleksi foto yang terdapat di Museum Goedang Ransum.
Di bagian belakang terdapat foto tokoh kenegaraan, Muhammad Yamin, yang dilahirkan di Talawi, Sawahlunto. Ada pulo foto Mohammad Hatta yang juga berdarah Sumatera Barat, tepatnya Bukittinggi, saat berkunjung ke Sawahlunto.
koleksi Generator di museum Batu nisan para pekerja tambang
Kiri: Generator besar yang digunakan untuk memasak ransum ini menggunakan bahan bakar batu bara.Kanan: Batu nisan para pekerja tambang yang hanya bertuliskan nomor tanpa.
Di halaman belakang museum terdapat generator berukuran besar yang dulu digunakan sebagai sumber tenaga untuk memasak makanan. Bahan bakar yang digunakan saat itu tentu saja batubara. Kini, tungku buatan Jerman pada abad ke-18 tersebut sudah tidak aktif lagi. Di sampingnya teronggok banyak batu nisan para pekerja tambang yang hanya bertuliskan angka, tanpa nama. Sehingga sulit bagi keluarga korban untuk mencari lokasi makam anggota keluarganya yang menjadi pekerja paksa di pertambangan.
Sumber : Sawahlunto

SAWAHLUNTO KEJAYAAN KOTA TAMBANG BATUBARA DI SUMATERA BARAT

Bagi wisatawan yang datang ke sumatera barat, sawahlunto menyimpan pesona tersendiri. Di sana, terlihat jelas jejak-jejak kejayaannya semasa menjadi kota tambang batubara. Kota sawahlunto yang dibangun belanda sekitar 123 tahun lalu memang didirikan karena temuan batubara oleh hendrik de greve. Padahal letak sawahlunto saat itu sangat jauh di pedalaman sumatera barat.

Kandungan batubara yang besar di Sawahlunto telah menjadikan tempat itu sebagai kota penting di Sumatera pada masa lalu. Cadangan “emas hitam” dalam jumlah besar ini menarik Pemerintahan Hindia Belanda untuk berinvestasi 5,5 juta gulden, termasuk untuk membangun Pelabuhan Emma Haven, kini menjadi Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Tujuannya: memperlancar ekspor hasil tambang tersebut.

Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun jalur kereta api dari Emma Haven ke Sawahlunto sepanjang 155,5 kilometer. Ribuan pekerjanya didatangkan dari Jawa dan daerah lainnya. Sebagian besar bahkan para kuli paksa, yaitu para narapidana dari sejumlah penjara dengan kaki terantai. Karena itu mereka disebut ‘orang rantai’. Setelah proyek rel kereta api selesai, “orang rantai’ ini kemudian dijadikan buruh tambang.
Sebagai kota tua, Sawahlunto penuh dengan bangunan lawas. Salah satunya adalah bekas bangunan pembangkit listrik pertama di Sawahlunto yang dibangun pada 1894, yang kini menjadi Masjid Raya Nurul Iman. Tepat di bawah masjid, terdapat bunker yang dulu pernah digunakan sebagai tempat merakit senjata, mortar, dan granat tangan. Cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap setinggi 80 meter juga masih berdiri. Cerobong asap itu kini menjadi menara mesjid.
Bangunan tua lainnya adalah gedung megah kantor pertambangan PTBA-UPO dengan halaman yang luas. Gedung bergaya kolonial Belanda itu didirikan pada 1916 dengan nama Ombilin Meinen dan berfungsi sebagai kantor pertambangan hingga sekarang.
Hanya berjarak 200 meter, terdapat gedung Pusat Kebudayaan, yang dibangun pada 1910. Dulu dijadikan gedung pertemuan dengan nama “Gluck Auf”. Di sini pejabat kolonial berkumpul, berdansa, bernyanyi, sambil menikmati minuman. Kini dijadikan tempat untuk pentas seni dan pameran lukisan.
Kejayaan tambang batubara Sawahlunto juga terlihat pada bangunan silo yang masih berdiri kokoh di kawasan Saringan. Silo ini berbentuk tiga silinder besar yang berfungsi sebagai penimbun batubara yang telah dibersihkan dan siap diangkut ke Pelabuhan Teluk Bayur. Setiap hari sirene silo berbunyi tiga kali, yakni pukul 07.00, 13.00, dan 16.00. Suara nyaring itu penanda jam kerja “orang rantai”.
Stasiun kereta api Sawahlunto, kini menjadi Museum Kereta Api. Kereta api pengangukut batubara sudah hampir 10 tahun terhenti seiring dengan menipisnya cadangan tambang batubara di Sawahlunto. Tapi kini di stasiun itu juga menjadi rumah “Mak Itam”, lokomotif uap untuk wisatawan. Inilah kereta api uap langka di dunia. Jumlahnya kini hanya lima buah.
Lokomotif uap E1060 yang dibuat oleh Esslingen, Jerman, ini menjadi ikon pariwisata Sawahlunto. Dulu beroperasi dari stasiun kereta api yang dibangun pada 1918 ini dengan mengangkut batu bara ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.
Kereta api ini dibawa tiga tahun lalu dari Ambarawa. Sebelumnya, loko uap ini memang milik Sawahlunto saat tambang batu bara masih berjaya. Mak Itam hanya digunakan untuk jalur pendek dari Sawahlunto ke Muara Kalaban sejauh 7 kilometer. Kereta ini mengantar wisatawan menikmati pemandangan “Lubang Kalam” atau terowongan sepanjang 900 meter. Loko berbahan bakar batu bara ini bergandengan dengan gerbong kayu untuk membawa penumpang.
Bila mengunjungi Sawahlunto, jangan lupa menengok lubang tambang batubara pertama di Sawahlunto. Lubang tambang itu dibangun pada 1896 oleh orang rantai yang dipimpin seorang mandor bernama Suro. Terowongan bekas penambangan dipugar dan dijadikan museum tambang batu bara. Panjang terowongan ini ratusan meter, tapi baru 186 meter yang dipugar, dibersihkan, dan diberi blower udara untuk menambah udara.
Pengunjung bisa masuk ke dalamnya dan merasakan suasana bekas lorong penambangan batu bara. Terowongan bekas lubang tambang ini amat nyaman, dan aman, karena ada udara yang dialirkan dari blower serta dilengkapi kamera pengintai (CCTV) yang dipantau petugas di gedung Info Box.
Lebar lubang tambang ini dua meter dengan ketinggian dua meter. Dulu lorong ini digunakan untuk mengangkut batu bara dari penambangan di bawah Kota Sawahlunto. Dinding lorong terlihat hitam berkilat karena masih mengandung batu bara kualitas super, yaitu 6.000 hingga 7.000 kalori. Sebelum 1930, Belanda menutup lubang ini karena dekatnya lubang tambang dengan Sungai Lunto, yang mengakibatkan derasnya rembesan air.
Jelajahi pula Museum Gudang Ransum. Di sana kita dapat menyaksikan suasana di zaman tambang dari ratusan foto hitam putih yang tergantung di dinding. Foto-foto lama yang menggambarkan suasana di zaman penambangan batu bara oleh Belanda, pekerja tambang, dan orang rantai. Gudang Ransum ini didirikan pada 1918 dan berfungsi sebagai dapur umum tempat memasak makanan serta memenuhi kebutuhan makanan bagi pekerja tambang dan rumah sakit Sawahlunto, yang berjumlah ribuan orang. Bangunannya terdiri atas dapur umum, gudang es, gudang makanan mentah, gudang beras, menara asap, dan power strom.
Ada tiga bangunan besar, dua di antaranya berfungsi sebagai gudang ransum atau tempat makan ribuan kuli tambang, termasuk orang rantai. Para pekerja tambang ini berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan. Di museum ini terdapat beberapa batu nisan orang rantai yang hanya ditulisi angka.
Satu bangunan lain berfungsi sebagai dapur umum atau tempat memasak. Setiap hari pada masa itu dimasak 65 pikul beras atau hampir 4.000 kilogram beras. Sistem memasak juga dengan menggunakan tekanan uap yang dialirkan melalui pipa-pipa besar di bawah dapur. Peralatan masak yang digunakan terdiri dari paci berukuran besar.
Era kejayaan tambang batubara dan tragedi orang rantai di Sawahlunto terawat rapi oleh pemerintah kota Sawahlunto. Wali Kota Sawahlunto Amran Nur, dalam delapan tahun terakhir telah menyulap “rongsokan” bekas peninggalan kota tambang menjadi museum hidup untuk wisata sejarah.
Sawahlunto kini menjadi kota kecil yang nyaman untuk tempat wisatawan melihat jejak kota tambang batubara.Menurut Amran, Kota Sawahlunto sedang diusulkan menjadi kota warisan dunia ke Unesco. “Apalagi Sawahlunto juga sudah ditetapkan menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia,” kata Amran Nur.


Sumber : Sawahlunto

    Asal Usul & Genesis Kota Sawahlunto

    Sawahlunto

    Sawahlunto berasal dari suku kata yaitu ”sawah” dan ”lunto”. Kedua suku kata yang dimaksud merujuk kepada sawah yang terletak di sebuah lembah yang dialiri oleh sebuah anak sungai yang bernama ”Batang Lunto”, yang sekaligus juga berfungsi untuk mengairi areal persawahan itu. Anak sungai itu berhulu di lembah bukit-bukit ”Nagari Lumindai” di sebelah Barat, lalu mengalir ke ”Nagari Lunto” dan terus mengairi areal persawahan itu yang dimiliki oleh anak Nagari Kubang.
    Masyarakat Nagari Lunto meyakini bahwa kata ”lunto” itu berasal dari sebuah legenda tentang sebuah pohon besar yang berbunga. Pohon itu berada di pinggir jalan yang selalu dilintasi oleh penduduk Nagari Kubang dan Nagari Lunto. Pohon besar yang berbunga itu selalu menjadi pusat perhatian dan tanda tanya baik setiap orang yang melewatinya. Setiap kali orang menanyakan nama pohon tersebut, maka dijawab oleh penduduk setempat secara singkat dan cepat dengan ungkapan ”luntau”. Ucapan kata ”luntau” yang cepat dengan logat yang khas daerah tersebut kedengarannya menjadi ”Lunto”. Padahal luntau yang dimaksudkan dalam bahasaMinangkabau lengkapnya adalah alun tau”. Kata “alun tau” kalau dibahasa Indonesiakan bermakna belum tahu. Jadi, apa sebenarnya nama pohon itu tidak seorangpun yang mengetahuinya. Luntau yang kedengarannya lunto itu lama kelamaan melekat pada nama daerah itu, yaitu nagari lunto. Demikian pula halnya dengan sungai yang melintasi daerah itu diberi nama dengan Batang Lunto.
    Adapun nama ”Sawahunto” itu sudah lama pula dikenal, sejak daerah itu ditaruko[1] (teruka) menjadi areal persawahan oleh nenek moyang masyarakat nagari kubang pada masa dahulunya. Mereka memberi nama daerah itu dengan ”Sawahlunto” karena sawah yang mereka olah disna dialiri oleh batang lunto. Selain nama Sawahlunto, mereka juga menamai daerah itu dengan sawah aru karena disekeliling areal persawahan itu ditumbuhi oleh pohon aru yaitu sejenis tanaman bambu. Pohon itu sengaja ditanam dengan maksud sebagai pagar pelindung untuk areal persawahan mereka dari gangguan binatang liar, seperti gajah dan babi hitam.
    Sementara itu, menurut cerita rakyat, daerah sawahlunto pernah menjadi pusat sebuah kerajaan yang didirikan oleh sitimbago. Ia berasal dari erajaan pagaruyung yang dibuang karena melakukan pembangkangan. Ia beserta pengikutnya kemudia pergi ke daerah Sawahlunto dan mendirikan sebuah kerajaan disana. Sitimbago menjadi penguasa yang dzalim terhadap rakyat nya dengan membebani mereka dengan berbagai macam upeti. Selain itu ia pun berlaku tidak sopan terhadap anak gadis penduduk.
    Kedzaliman dan kesewenang-wenangan Sitimbago itu pada akhirnya melahirkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh panglima Alim, seorang panglima perang dari Silungkang dan Kubang. Ia berhasil mengalahkan Raja Sitimbago sehingga para pengikutnya serta merta terpaksa meninggalkan daerah Sawahlunto. Daerah yang tidak bertuan dan terlantar itu kemudian oleh anak nagari Kubang dijadikan areal perladangan dan persawahan.
    Meskipun pada tulisan itu tidak terdapat angka tahun yang menunjukkan suatu kurun waktu terjadinya peristiwa sejarah kehidupan manusianya. Namun dari tulisan itu dapat ditangkap bahwa sebelum daerah Sawahlunto menjadi areal persawahan, disana sudah ada kehidupan. Konon di daerah itu terdapat sebuah pusat kerajaan yang bernama ”Kerajaan Sitimbago”, yang wilayahnya melingkupi daerah Sawahlunto. Penduduk menyebutnya dengan daerah Gunung Timbago yang merupakan bagian dari jajaran bukit barisan, pegunungan yang membujur sepanjang pulau Sumatera.
    Adapun orang Belanda menyebut Sawahlunto dengan ”Lunto Kloof” karena terletak disebuah lembah yang dikelilingi oleh perbukitan. Kondisi topografisnya yang demikian itu direkam dalam sebuah potret yang dibuat oleh Ir. Th. Fa. Delprat sebelum daerah itu berkembang menjadi sebuah kota tambang. Potret itu memperlihatkan hamparan areal persawahan dan sebuah sungai yang mengalir berliku dengan latar belakang perbukitan.

    Genesis Kota Sawahlunto
    Sebelum ditemukan deposit batubara di bumi Sawahlunto, disekitar aliran batang ombilin, daerah itu diabaikan oleh pemerintah kolonial Belanda karena dinilainya tidak mempunyai nilai ekonomi yang berarti. Sebagian tanahnya kurang subur dan tidak potensial untuk dikembangkan menjadi lahan perkebunan. Ketika itu Sawahlunto hanyalah sebuah desa kecil yang terpencil dan terletak ditengah-tengah hutan belantara luas, dengan jumlah penduduknya hanya sekitar 500 orang. Sebagian besar penduduknya bertanam padi dan tanaman lainya di atas tanah dan lahan yang serba terbatas.
    Namun,  setelah seorang geolog belanda. Ir. W.H. van de Greeve menemukan kandungan batubara disana pada tahun 1868, serta merta daerah itu menjadi pusat perhatian. Pada waktu it seiring dengan berkembangnya dunia industri, yang menggunakan mesin uap, sangat membutuhkan batubara sebagai bahan bakarnya. Semua Negara Barat berusaha mencari sumber-sumber batubara di daerah jajahannya masing-masing. Pemerintah Kolonial Belanda juga berupaya secara optimal untuk menemukan sumber-sumber batubara di wilayah jajahannya, Indonesia. Mereka banyak menemukan daerah yang buminya mengandung batubara dan salah satunya adalah terdapat disekitar aliran batang ombilin. Oleh karena itu mereka menyebutnya dengan batbara ombilin dan nama itu juga dipakaikan untuk nama perusahaannya sampai sekarang.  Sejak itu daerah itu menjadi perbincangan karena terkait dengan bagaimana pertambangan batubara itu sebaiknya dilakukan. Dan, serta merta Sawahlunto pun menjadi bahan pembicaraan di negeriBelanda pada khususnya dan Eropa pada umumnya karena buminya mengandung ”emas hitam”, batubara yang ada pada waktu itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
         Sungguhpun demikian nama Sawahlunto baru tercantum dalam Regeering Almanak van Nederlandsch-Indie yang terbit pada tahun 1892. hal itu menunjukkan bahwa pada tahun itu Sawahlunto secara resmi masuk dalam peta geo-politik pemerintah Hindia Belanda atau dapat juga dikatakan bahwa pada tahun itulah adanya pengakuan akan keberadaan Sawahlunto. Pengakuan itu mengiringi dikeluarkannya keputusan pemerintah tentang pembagian dan batas-batas wilayah Afdeeling (sekarang: setingkat Kabupaten) di Sumatera Barat tertanggal 1 Desember 1888. oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pada tanggal itu Sawahlunto, sebagai sebuah wilayahmulai diakui keberadaannya dalam administrasi pemerintahan Hindia Belanda, yang ketika itu masuk ke dalam wilayahAfdeeling Tanah Datar, Onderafdeeling Koto VII, dan Kelarasan Silungkang. Masa-masa sebelumnya, meskipun nama Sawahlunto sudah dikenal di kalangan masyarakat, namun belum (lebih tepat: tidak) dapat terlacak angka tanggal, bulan, dan tahunnya sebagai sebuah fakta sejarah.

    Sumber : Sawahlunto